Namanya Shita Devi. Ibu tunggal satu putra yang setiap harinya bergelut dengan tumpukan stres pekerjaan dan juga problematika personal yang meremukkan jiwanya. Tapi dia pantang menyerah. Bahkan berniat keras untuk menginspirasi sekitarnya. AKU BUKAN KARTINI. AKU SHITA DEVI.

Namanya Inez Arieyatne Dewi. Ibu tunggal satu putra yang juga setiap hari bergelut dengan lusuhnya hari demi sesuap nasi. Demi kelancaran uang SPP anak semata wayang. Dia bukannya tidak bisa capai dan cemas tapi semuanya itu dikibaskannya cepat! Demi terus melaju. Demi kebaikan keluarga kecilnya dan sekitarnya. DIA BUKAN KARTINI. DIA INEZ ARIEYATNE DEWI.

Namanya Agnes Ellen. Ibu tunggal satu putra yang serupa dengan dua wanita sebelumnya, juga bergumul dengan ketidakmudahan dan ketidakpastian. Perjalanan hidup dimasa lalunya sungguh pilu. Berkali dihempaskan ujian berat hingga tersuruk-suruk sendirian, di benua Eropa. Tapi tangisnya sudah kering. I’ve been through hell and back, tantangnya pada nasib sambil tersenyum. AGNES ELLEN BUKAN KARTINI TAPI DIA PUNYA MIMPI BESAR SEPERTI KARTINI : MENJADI WANITA TANGGUH.

Aku bukan Kartini. Namaku Nila Nurul Hidayati. Pernah digulung ujian berat hingga depresi dan hampir kehilangan ingatan. Prosesku kembali menguat juga tidak mudah. Tapi aku sama seperti Kartini, kami berdua punya kekuatan besar yang tak terlihat untuk : MENEGAK.

AKU BUKAN KARTINI. AKU NILA. DAN AKU INGIN MENCIPTAKAN KARTINI-KARTINI LAINNYA.

Wanita lemah itu tidak ada. Yang ada hanyalah melemahnya jiwa. Wanita sejatinya selalu kuat. Hanya saja mereka terperangkap drama.

~~Nila Rogers~~

Perjuangan Kartini yang terbesar tentu saja untuk mengerek derajat wanita. Untuk memperbaiki posisi wanita. Agar tidak melulu di tinggal di belakang, di remehkan dan dianggap sebagai mahluk yang hanya diciptakan untuk disetubuhi dan membelah diri saja.

Kartini sudah tiada. Tapi perjuangannya masih menyebar dan menginspirasi banyak wanita Indonesia untuk bersama-sama membantu menegakkan kaum wanita lainnya.

Seperti aku juga.

Semenjak aktif menulis di blog dan Facebook, aku kebanjiran kawan wanita. Dari yang absurd sampai yang gendeng beneran juga ada. Semuanya tak rangkul.

Impianku dan gairahku pada tulisan-tulisan konyol tapi seriusku tentu saja untuk mengobarkan semangat menegak kepada semua wanita. Agar mereka kuat dan tidak melulu melihat kaca, meratapi bentuk badannya yang katanya ambyar. Agar tidak melulu melihat ke belakang dan menyalahkan keadaan tanpa berusaha mencari solusinya.

Keluhan demi keluhan aku jawab lewat inbox messenger. Dan garis besarnya sama : KURANG PERCAYA DIRI.

Jangan salah, aku pernah beneran kehilangan kepercayaan diri di saat kondisi kejiwaanku rontok. Aku pernah di posisi yang tak berdaya dan kehilangan gairah hidup. Pernah merasakan kehilangan jati diri. Pernah jadi wanita lemah.

Untungnya sistem kesehatan mental di Australia ini bagus banget. Hampir setiap hari aku ditelepon petugas sosial hanya untuk mengecek aku masih bernafas atau tidak. Apakah aku masih sedih ataukah sudah mulai bisa tertawa.

SETIAP HARI aku di cek! Sabtu-Minggu mereka tidak libur loh! Telepon terus! Karena orang depresi tidak kenal waktu dan hari. Mereka bisa melakukan tindakan konyol, kapan saja.

Mengakui dan mengerti bahwa sedang TIDAK BAIK BAIK saja itu menyehatkan. Lebih baik tahu kalau sedang sakit daripada pura-pura bahagia.

~~Nila Rogers~~

Wanita itu disetir sama hormonnya yang naik turun. Makanya, pihak lelaki yang sok tahu dengan sombongnya bilang kalau kaum wanita itu lemah!

Lupa mereka itu lahirnya dari penis apa dari vagina?

Di saat wanita diuji dengan pahitnya hidup, adalah sangat manusiawi kalau mereka menitikkan air mata. Menangis itu sehat! Malah dianjurkan menangis daripada dipendam terus hingga berujung pada kamar sunyi di Rumah Sakit Jiwa.

Segala problematika hidup selalu ada jawabannya. Meskipun kadang misteri dan entah bagaimana mencarinya. Tapi jangan menyerah, please.

Aku dulu dikasih tahu ibuku trik kecil saat menghadapi masalah berpasangan yang bikin hati naik turun tidak karuan.

“Tulis plus minusnya. Awali dengan plusnya dulu. Biar kamu mikir yang baik-baik dari pasanganmu. Jangan buru-buru nulisnya. Dipikir betul. Kalau sudah mentok, baru kamu tulis jeleknya dia. Dari situ kamu timbang. Berat yang mana? Banyakan yang mana? Banyak plusnya atau minusnya?”

Tapi disaat semuanya sudah tidak bisa dipertahankan, saranku, JANGAN JADI MARTIR!!

Buat apa? Menyakiti diri sendiri? Berkorban demi apa? Demi anak, katamu? Anak butuh ibu yang kuat, bukan ibu yang terluka.

Kartini sendiri pernah bilang, “Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti dua orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.”

Lalu bagaimana caranya agar kembali menegak? Di saat segala daya sudah tercurah dan kamu mulai kehabisan tenaga?

Yang paling awalan dulu. Cari energi positif dengan cara menjauhi orang yang toxic.

Di saat dirundung masalah berat hingga kesehatan jiwamu terganggu, segeralah mencari sumber daya positif. Bisa lewat hobi, lagu, kawan baik, makanan sehat hingga doa.

Tapi yang pasti, menjauhi manusia beracun dan berenergi negatif adalah sangat perlu.

Buat apa berdekatan dengan orang yang bikin kamu lebih terpuruk. Yang bikin kamu terus menerus terluka. Yang bikin kamu terus-terusan menyerap energi buruknya. Buat apa?

Mau kuat kok malah minum racun? Cari obatnya dong biar cepat sembuh πŸ™‚

Langkah kedua, ketiga dan seterusnya akan muncul dengan sendirinya saat kalian sudah berhasil mengenyahkan energi racun itu. Serap sebanyak mungkin energi positif dari orang baik disekitarmu.

Orang berenergi positif bukan berarti dianya dulu tidak pernah menderita. Orang yang berenergi positif rata-rata sudah pernah menyecap derita hebat tapi kemudian dia menegak dan menebarkan energi positifnya itu kemana saja.

Cari, kenali dan serap energinya πŸ™‚

Selamat berjuang saudari-saudariku. Aku kan selalu di sini. Membantumu, sebisaku. Di saat senggangku. Aku akan sediakan waktu. Biar wanita Indonesia kuat. Biar kamu, kalian dan aku, menegak semuanya.

Busselton, 18 April 2020 pukul delapan malam lebih banyak.